profil

Adalah asrama bagi siswa-siswi SMA 1 Padangpanjang program “khusus”.

Asrama bagi siswa kelas unggulan provinsi, begitu permulaan idealisme asrama ini dibangun. Asrama ini sejatinya bukan bangunan yang ahistoris. Memiliki sejarah panjang ke belakang, semenjak Normaal School milik pemerintah Belanda didirikan di kota ini pada tahun 1904, berubah menjadi asrama sekolah pendidikan guru pada masa pemerintahan orde lama, kemudian beralih menjadi Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA). Pada tahun 1997, karena ambisi Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Hasan Basri Durin, dan Menteri Agama RI DR Tarmidzi Taher–yang kebetulan kedua-duanya asal padangpanjang–, untuk mewujudkan SMA unggulan milik propinsi Sumatera Barat, maka SMEA padangpanjang itu ditukargulingkan dengan SMA 1 Padangpanjang, sehingga asrama yang semula adalah asrama anak SMEA (sekarang SMK) menjadi asrama “darurat” SMA unggulan provinsi Sumatera Barat tersebut. Dengan pemikiran, berdasarkan “master plan”, yang akan dikembangkan, menunggu asrama yang sama sekali baru, diletakkanlah anak anak unggulan tersebut di bangunan tua ini.

Waktu berjalan, krisis moneter “mega dahsyat” melanda Republik pada 1997-1998,tepat di permulaan pembangunan sekolah unggulan ini. Padangpanjang kena imbas sebagai bagian Indonesia. Semua proyek, cita-cita, idealisme, harapan akan adanya Sekolah Unggulan yang benar-benar “Wah” di segala lini, fasilitas, infrastuktur, sistem pendidikan, asrama tinggal rencana di atas kertas.

Jadilah asrama “darurat” itu begitu selamanya. Waktu berjalan, 10 tahun sudah, 1997-2007. Meskipun asrama itu tetap begitu saja, dengan kehilangan satu bangunan “komplek MCK” ditengahnya, tetap berdiri kokoh, meski gempa berkali kali menyapa kota kaki gunung ini. Telah menghasilkan kenangan, histeria, kisah cinta, ambisi, cita-cita, lewat alumninya.

Selamat datang, di asrama kita.

Semoga cita-cita tak pernah padam.

admin

Tinggalkan Balasan